Switch to previous version of Magzter

Majalah Marketing - November 2018Add to Favorites

Get Majalah Marketing along with 5,000+ other magazines & newspapers

Try FREE for 7 days

bookLatest and past issues of 5,000+ magazines & newspapersphoneDigital Access. Cancel Anytime.

1 Year$99.99 $49.99 Save 50%

bookLatest and past issues of 5,000+ magazines & newspapersphoneDigital Access. Cancel Anytime.
(Or)

Get Majalah Marketing

1 Year$35.88 $23.99

Save 33%
book12 issues starting from February 2020 phoneDigital Access. Cancel Anytime.

Buy this issue $2.99

bookNovember 2018 issue phoneDigital Access.

Celebrating Digital Reading Sale! Save 33% on annual subscriptions. Valid till February 28, 2020

Gift Majalah Marketing

  • Magazine Details
  • In this issue

Magazine Description

In this issue

Dalam hal transaksi, industri keuangan Indonesia mengalami disrupsi luar biasa dua tahun terakhir. Dominasi perbankan konvensional yang berlangsung selama ini mulai tergerus oleh lembaga nonperbankan. Lembaga-lembaga itu berkecimpung dalam dunia teknologi digital dan melayani basis konsumen yang jumlahnya sangat masif. Kita bisa melihat sekarang konsumen kini mulai akrab dengan Go-Pay, OVO,TCash, dan lain-lain. Perkembangan teknologi mobile juga turut mendorong tren e-payment ini. Sejak kemunculan teknologi mobile, konsumen bisa melakukan pembayaran di mana pun dan kapan pun. Sifatnya yang praktis, mudah, dan cepat membuat pembayaran digital melalui mobile dengan ‘sistem berbasis server‘ semakin banyak diadopsi konsumen. Para pengembang dan penyedia layanan pun menjadikannya sebagai salah satu unit bisnis utama mereka. Mereka terus menyempurnakan fitur kemudahan, kenyamanan dan keamanannya dalam bertransaksi. Jika di China dua per tga transaksi digital sudah dilakukan melalui mobile (data Euromonitor Internatonal, 2016). Di negeri kita, jumlah transaksi dan total nominalnya juga tumbuh secara eksponensial dua tahun belakangan. Menurut Bank Indonesia, sampai Agustus 2018 tercatat bahwa transaksi uang elektronik melonjak lebih dari 300%. Pada periode tersebut, volume transaksi uang elektronik berjumlah 297,4 juta transaksi; naik 375% dari periode serupa tahun 2017, yang hanya 62 juta transaksi. Kini konsumen Indonesia semakin terbiasa bertransaksi menggunakan uang digital melalui beberapa sentuhan pada smartphone. Transaksinya pun makin bervariasi dari urusan pembayaran belanja harian, restoran, nonton bioskop, hingga membayar taksi/ojek online. Ke depan, tantangannya bagi para pemain dompet digital ini bukanlah sekadar menciptakan customer base yang masif. Tetapi lebih pada bagaimana agar nasabah yang segudang itu memperoleh banyak kemudahan dalam bertransaksi.

  • cancel anytimeCancel Anytime [ No Commitments ]
  • digital onlyDigital Only