Majalah Marketing - July 2018Add to Favorites

Get Majalah Marketing along with 7,500+ other magazines & newspapers

Try FREE for 7 days

bookLatest and past issues of 7,500+ magazines & newspapersphoneDigital Access. Cancel Anytime.familyShare with 4 family members.

1 Year$99.99

bookLatest and past issues of 7,500+ magazines & newspapersphoneDigital Access. Cancel Anytime.familyShare with 4 family members.
(Or)

Get Majalah Marketing

Buy this issue $2.99

bookJuly 2018 issue phoneDigital Access.

Subscription plans are currently unavailable for this magazine. If you are a Magzter GOLD user, you can read all the back issues with your subscription. If you are not a Magzter GOLD user, you can purchase the back issues and read them.

Gift Majalah Marketing

  • Magazine Details
  • In this issue

Magazine Description

In this issue

Penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam. Saat ini jumlahnya mencapai 87% atau sekitar 250 juta jiwa. Sayangnya, dominasi penduduk muslim ini belum berdampak besar pada produk-produk keuangan berbasis syariah di Tanah Air. Padahal perbankan syariah telah ada di Indonesia sejak 1992, ditandai dengan berdirinya Bank Muamalat yang kemudian diikuti oleh follower lainnya. Meski sudah dua dekade lebih beroperasi, market share bank syariah masih tergolong kecil. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, pada 2017 angkanya baru 5,74% atau Rp424 triliun dari total aset perbankan yang mencapai Rp7.387 triliun. Di sini terlihat bahwa industri syariah belum menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Meskipun industri ini tumbuh, tapi pertumbuhannya belum maksimal karena masih minimnya pemahaman masyarakat terhadap produk syariah. Akibatnya, konsumen cenderung lebih memilih produk keuangan konvensional yang mereka pahami. Meski begitu, para pelaku di industri syariah tetap optimistis pasarnya bakal membesar. Indikatornya, industri keuangan syariah memang cukup bergairah dalam lima tahun terakhir. Pertumbuhan bank syariah, misalnya, jauh lebih besar daripada pertumbuhan bank konvensional. Maraknya pengembangan industri berbasis halal juga menambah optimisme tersebut. Tantangan terberat rasanya masih terletak pada minimnya pemahaman konsumen terhadap keunggulan produk-produk berbasis syariah. Maklum, perbankan syariah tidak bisa seleluasa bank konvensional dalam berpromosi dan mengedukasi pasar. Faktor etika dan dana yang digelontorkan juga terbatas. Padahal edukasi pasar sangat dibutuhkan untuk melesatkan pertumbuhan. Sebagai contoh banyak orang yang belum paham soal akad mudharabah (sistem bagi hasil), yang merupakan keunggulan perbankan syariah. Begitu pula dengan pilihan skema akad lainnya. Akan tetapi, dengan edukasi pasar yang baik dan tepat sasaran, niscaya pemahaman konsumen bakal bertambah dan makin banyak yang tertarik menjadi nasabah.

  • cancel anytimeCancel Anytime [ No Commitments ]
  • digital onlyDigital Only